kesehatan ibu dan anak | IBI Dituntut Turunkan Angka Kematian Ibu Hamil dan Bayi

kesehatan ibu dan anak |

VionaSite - Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Sukoharjo memperingati heri ulang tahun ke-63 tahun 2014 di pendapa graha satya praja (GSP). Pada kesempatan ini pengurus menuntut kepada semua anggota untuk lebih memahami pelaksanaan program jaminan kesehatan nasional (JKN). Salah satu diantaranya yakni peningkatan pelayanan serta mengurangi resiko angka kematian ibu dan bayi.

Ketua  Pengurus IBI Kabupaten Sukoharjo, Tri Tutik Rahayu, Minggu (15/6/2014) mengatakan, sampai saat ini anggptanya berjumlah 812 bidan tersebar di seluruh wilayah. Mereka terdiri dari PNS di puskesmas, rumah sakit negeri maupun swasta, BPM, RB dan DSB. Masih tingginya angka kematian ibu  dan bayi merupakan tantangan bagi IBI  untuk lebih bekerja keras dalam meningkatkan profesionalisme para anggotanya, menjalin kerja sama dengan profesi terkait, kader dan masyarakat lainnya sebagai suatu tim dalam meningkatkan  derajat kesehatan ibu dan anak.

Pada 2012 lalu angka kematian ibu hamil mencapai 13 kasus, Sedangkan untuk 2013 jumlahnya hampir sama. Sedangkan untuk angka kematian bayi di Kabupaten Sukoharjo 2012 dan 2013 lebih dari 100 kasus.
Sedangkan pada 2014 ini menjadi tantangan besar karena bertepatan dengan pelaksanana program JKN dari pemerintah pusat. Karena itu, para bidan dituntut untuk memberikan pelayanan terbaik, salah satunya menekan atau mengurangi angka kematian ibu hamil dan bayi.

Untuk penyebab kematian ibu hamil dijelaskan Tutik, karena banyak faktor yang disebut keracunan saat kehamilan. Seperti adanya gejala tensi tinggi, bengkak, protein urin positif. Pendarahan juga pengaruh pada kematian ibu hamil. Selain itu juga hamil terlalu tua atau muda dan sering melahirkan juga menjadi pengaruh kematian ibu hamil.
“Gejala seperti ini kemudian akan terlihat pada puncaknya seperti kejang kejang, dan rata rata kematian ibu hamil sudah berada di rumah sakit atau bidan. Kondisi ini membuat sulit karena memang sudah terlambat penangananya,” lanjutnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo Guntur Subiyantoro mengatakan, penyebaran bidan sekarang sudah sampai ke pelosok desa. Karena itu, tingkat keterjangkauan ini diharapkan bisa memberikan pelayanan kesehatan secara maksimal. Termasuk mengurangi angka kematian ibu hamil dan bayi pada 2014 ini.
Dikataknya, berbagai bentuk sosialisasi sudah dilakukan DKK kepada pengurus IBI. Dengan begitu, maka seluruh anggotanya bisa lebih paham dalam menjalankan tugasnya.

Untuk melakukan pencegahan ini pihaknya sudah melakukan upaya dimulai dari hulu hingga hilir. Salah satu yang dilakukan sekarang yakni berupa perbaikan data sistematika bidan desa. “Program DKK Sukoharjo juga ada short massage servis (SMS) gateway untuk memantau kondisi kerja bidan dan angka ibu hamil serta bayi,” ujar Guntur.
Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya mengucapkan selamat hari ulang tahun kepada para bidan. Menurutnya, peran bidan sangat penting dalam pelayanan kesehatan. Pemkab Sukoharjo sendiri yang sudah menjalankan program kesehatan gratis untuk masyarakat sangat terbantu. Bidang mampu menjangkau pelayanan sampai ke pelosok desa. ikuti perkembangan ibu dan anak.

0 Response to " kesehatan ibu dan anak | IBI Dituntut Turunkan Angka Kematian Ibu Hamil dan Bayi "

Post a Comment